Kelas : 2PA16
NPM : 15513924
TEORI KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT ALIRAN PSIKOANALISA
Sigmund Freud (1856-1939) merupakan pendiri psikoanalisis. Menurut Freud
pikiran-pikiran yang direpres atau ditekan, merupakan sumber perilaku yang
tidak normal atau menyimpang.
Sumbangan terbesar Freud pada teori
kepribadian adalah eksplorasinya ke dalam dunia tidak sadar dan keyakinannya
bahwa manusia termotivasi oleh dorongan-dorongan utama yang belum atau tidak
mereka sadari. Bagi Freud, kehidupan mental terbagi menjadi dua tingkat, alam
tidak sadar dan alam sadar. Alam tidak sadar terbagi menjadi dua tingkat, alam
tidak sadar dan alam bawah sadar.
Dalam psikologi Freudian, ketiga tingkat kehidupan mental ini dipahami,
baik sebagai proses maupun lokasi. Tentu saja, keberadaan lokasi dari ketiga
tingkat tersebut bersifat hipotesis dan tidak nyata ada di dalam tubuh.
Sekalipun demikian, ketika membahas alam tidak sadar, Freud melihatnya sebagai suatu alam
tidak sadar sekaligus proses terjadi tanpa disadari.
Alam
Tidak Sadar
Alam tidak sadar (unconscious) menjadi tempat bagi segala dorongan,
desakan maupun insting yang tak kita sadari tetapi ternyata mendorong
perkataan, perasaan dan tindakan kita. Sekalipun kita sadar akan perilaku kita
yang nyata, sering kali kita tidak menyadari proses mental yang ada dibalik
perilaku tersebut. Misalnya seorang pria bisa saja mengetahui bahwa ia tertarik
pada seorang wanita tetapi tidak benar-benar memahami alasan dibalik
ketertarikannya, yang bisa saja bersifat tidak rasional.
Dorongan tidak sadar ini muncul di alam bawah sadar setelah menjalani
transformasi tertentu. Contohnya, seseorang dapat mengekspresikan dorongan
erotis atau keinginan untuk melukai orang lain dengan cara menggoga atau
mengolok-olok orang lain. Dorongan sejati (seks atau agresi) menjadi
terselubung dan tersembunyi dari alam sadar kedua orang tersebut. Akan tetapi,
alam tidak sadar orang kedua secara langsung. Keduanya dapat memuaskan dorongan
seksual maupun agresif, tetapi tak satupun di antara mereka menyadari motif di
balik godaan atau olok-olok tersebut. Dengan cara inilah, alam tidak sadar
seseorang bisa berkomunikasi dengan alam tidak sadar dari orang lain, keduanya
sama-sama tidak sadar akan proses tersebut.
Tentu saja, alam tidak sadar bukan berarti tidak aktif atau dorman.
Dorongan-dorongan di alam tidak sadar terus-menerus berupaya agar disadari, dan
kebanyakan berhasil masuk ke alam sadar, sekalipun tak lagi muncul dalam bentuk
asli. Pikiran-pikiran yang tak disadari ini bisa dan memang memotivasi manusia.
Contohnya, amarah sseorang anak terhadap sang ayah bisa terselubung dalam
bentuk kasih sayang yang berlebihan. Apabila tak bisa disembunyikan, rasa marah
seperti ini sudah tentu akan menyebabkan si anak merasa sangat cemas. Oleh
karena itu, alam bawah sadarnya memotivasinya untuk mengekspresikan rasa marah
melalui ungkapan rasa cinta dan pujian yang berlebihan. Agar selubung itu
benar-benar berhasil mengelabui orang tersebut, maka sering kali perasaan
tersebut muncul dalam bentuk yang sama sekali berbeda dengan perasaan yang
sebenarnya, tetapi selalu muncul dalam bentuk yang berlebihan dan penuh
kepura-puraan. (Mekanisme ini dikenal dengan pembentukan reaksi (reaction
formation) yang akan dibahas secara terpisah dibagian berjudul
Mekanisme Pertahanan (Defense Mechanism) yang terdiri dari represi
(repression), pembentukan reaksi (reaction formation), pengalihan
(displacement), fiksasi (fixation), regresi (regression), proyeksi
(projection), introyeksi (introjection), dan sublimasi (sublimation).
Alam
Bawah Sadar
Alam bawah sadar (preconscious) ini memuat semua elemen yang tak
disadari, tetapi bisa muncul kesadaran dengan cepat atau agak sukar (Freud,
1993/1964). Isi alam bawah sadar ini datang dari dua sumber, yang pertama
adalah persepsi sadar (conscious perception). Apa yang dipersepsikan
orang secara sadar dalam waktu singkat, akan segera masuk ke dalam alam bawah
sadar selagi fokus perhatian beralih ke pemikiran lain.
Sumber kedua dari gambaran-gambaran bawah sadar adalah alam tidak sadar.
Sedangkan sejumlah gambaran lain dari alam tidak sadar bisa masuk ke alam sadar
karena bersembunyi dengan baik dalam bentuk mimpi, salah ucap, ataupun dalam
bentuk pertahanan diri yang kuat.
Alam
Sadar
Alam sadar (conscious), yang memainkan peran tak berarti dalam teori
psikoanalisis, didefinisikan sebagai elemen-elemen mental yang setiap saat
berada dalam kesadaran. Ini adalah satu-satunya tingkat kehidupan mental yang
bisa langsung kita raih. Ada dua pintu yang dapat dilalui oleh pikiran agar
bisa masuk ke alam sadar yaitu sistem kesadaran perseptual (perceptual
conscious), yaitu terbuka pada dunia luar dan berfungsi sebagai perantara
bagi persepsi kita tentang stimulus dari luar.
Sumber kedua bagi elemen alam sadar ini datang dari dalam struktur mental
dan mencakup gagasan-gagasan tidak mengancam yang datang dari alam bawah sadar
maupun gambaran-gambaran yang membuat cemas, tetapi terselubung dengan rapi yang
berasal dari alam tidak sadar.
